Jembatan II Barat, No: 5
+628119234562
info@topogroup.co.id

Alasan Ojol Demo DPR Larang Motor Jadi Angkutan Umum Tak Relevan

Topo Group adalah Kontraktor dan Jasa Cat Marka Jalan Bandara, Jasa Epoxy Lantai, Jasa Floor Hardener, Jasa Pengecatan Lapangan, Jasa Kontruksi Baja Murah Terbaik Dan Berkuallitas

Alasan Ojol Demo DPR Larang Motor Jadi Angkutan Umum Tak Relevan

Pernyataan Wakil Ketua Komisi V F-PPP Nurhayati Monoarfa yang mengatakan mayoritas anggota Komisi V menolak motor sebagai angkutan umum dengan alasan keselamatan, menuai demonstrasi dari pengendara ojek online (ojol).

“Ini sebagai reaksi dari statemen wakil ketua Komisi V DPR RI Ibu Nurhayati, yang mengatakan mengenai penolakan angkutan roda dua tidak bisa menjadi transportasi umum, tapi dalam hal ini temen-temen dari driver ojol kita memahami bahwa di negara mana pun tidak ada namanya roda dua jadi transportasi umum,” kata Lutfi di depan Gerbang DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2).

Lutfi Pramudya Iskandar Yohon
Koordinator aksi demo ojol, Lutfi Pramudya Iskandar Yohon. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Namun, menurut Lutfi, demonstran hari ini juga mengkritisi wacana itu. Lutfi melihat alasan motor agar tak jadi kendaraan umum — hanya untuk kurir barang — tak relevan.

“Karena gini, ya, kita mau masuk jadi driver itu melalui uji keselamatan yang namanya safety riding. Jadi semua driver itu melalui tahap safety riding sebelum diterima dari driver ojol,” kata Lutfi.

“Kalau alasan utamanya roda dua keselamatan, saya rasa sebelum ada ojol tingkat kecelakaan lalu lintas tinggi. Kenapa enggak perusahaan motor yang dilarang atau ditutup kalau misalnya alasannya roda dua ditolak karena keselamatan,”

sambungnya. Lebih lanjut, Lutfi menuturkan, kalau alasannya keselamatan, dalam momen Lebaran saja masyarakat mudik juga menggunakan motor. Dia menegaskan, wacana penolakan legalitas jadi transportasi umum tersebut melukai perasaan jutaan driver ojol.

“Seperti kita kita tahu bersama sejak awal ojol hadir platform utamanya adalah ojek online, bukan kurir,” katanya.

(Visited 58 times, 1 visits today)

 

No Comments

Add your comment

error: Content is protected !!