Jembatan II Barat, No: 5
+628119234562
info@topogroup.co.id

Kebiasan Memakan Sup Kelelawar Diduga Penyebab Virus Corona Di China

Topo Group adalah Kontraktor dan Jasa Cat Marka Jalan Bandara, Jasa Epoxy Lantai, Jasa Floor Hardener, Jasa Pengecatan Lapangan, Jasa Kontruksi Baja Murah Terbaik Dan Berkuallitas

Kebiasan Memakan Sup Kelelawar Diduga Penyebab Virus Corona Di China

Kebiasan Memakan Sup Kelelawar Diduga Penyebab Virus Corona

Kebiasaan warga China menyantap sup kelewawar diduga biang dari menyebarnya virus coronavirus (nCoV). Virus ini diduga berasal virus penyebab SARS. Diduga cara penularannya pun sama; ditularkan dari binatang ke manusia.

Menurut Reuters, sebelumnya virus corona jenis baru ini ditemukan berasal dari Wuhan. Dikatakan bahwa virus ini berasal dari pasar yang menjual satwa liar secara ilegal.

Temuan lainnya juga berspekukasi bahwa virus corona ini berasal dari ular. Dilansir CNA, Baru-baru ini peneliti juga menduga bahwa ular yang terinfeksi virus ini, makan kelelawar liar.

Dugaan ini juga diperkuat Gao Fu, direktur jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok. Ia mengatakan bahwa virus baru ini hampir 70 persen mirip dengan virus SARS. Virus SARS ini ditemukan berasal dari kelelawar.

Selain itu, Pasar Ikan Huanan, yang diduga jadi titik nol penyebaran virus corona juga menjual keduanya; baik ular dan kelelawar.

Pasar Ikan Huanan ini punya lebih dari 100 jenis daging hewan yang dijual. Selain kelelawar dan ular, ada pula anjing, landak China, buaya, tikus, anjing, koala, hingga salamander raksasa. Sebagian besar masyarakan China memang menganggap hewan-hewan tersebut sebagai daging eksotis untuk hidangan lezat.

Spekulasi soal kelelawar yang juga bisa jadi sumber virus corona baru ini makin kuat karena banyaknya warga China yang makan sup kelelawar. Makanan ini banyak sekali dikonsumsi oleh penduduk di provinsi Wuhan.

Dilansir China Press, sebelumnya, pada tahun 2003, kelelawar dipastikan menjadi sumber virus SARS. Pemerintah China mendesak warga untuk berhenti makan kelelawar dan hewan liar. Sayangnya, praktik itu masih berlangsung sampai sekarang.

(Visited 17 times, 1 visits today)

 

No Comments

Add your comment

error: Content is protected !!