Jembatan II Barat, No: 5
+628119234562
info@topogroup.co.id

Memahami Fungsi Marka Jalan Sebelum Berkendara

Topo Group adalah Kontraktor dan Jasa Cat Marka Jalan Bandara, Jasa Epoxy Lantai, Jasa Floor Hardener, Jasa Pengecatan Lapangan, Jasa Kontruksi Baja Murah Terbaik Dan Berkuallitas

Memahami Fungsi Marka Jalan Sebelum Berkendara

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahkan sejak kita masih menduduki bangku kelas sekolah dasar, aturan adalah sesuatu yang perlu dan mesti ditaati. Namun sayangnya, keterbatasan ilmu dan juga krisis moral menjadikan kita buta akan hal tadi sama halnya menaati fungsi marka garis jalan.

Pun, sama halnya tatkala berkendara, demi menjunjung tinggi keselamatan dalam berkendara, entah itu bagi kendaraan beroda dua mapun empat, berbagai aturan pun telah ditetapkan. Hal tersebut tak lain hanya demi keselamatan bersama semata.

Walaupun aturan-aturan tersebut telah didesain sedemikian rupa agar dapat diterapkan dengan mudah dan tentunya mengandung manfaat bagi para penggunanya, tapi tetap saja, masih banyak pengendara yang belum memahami aturan main di jalan raya.

Salah satu aturan yang telah ditetapkan adalah marka jalan. Marka jalan merupakan sebuah petunjuk yang terletak pada permukaan jalan. Bentuknya antara lain adalah garis membujur, garis melintang, garis serong, atau bisa pula berbentuk tanda lainnya.

Walaupun tiap jenis marka memiliki makna yang berbeda, namun pada intinya semua marka memiliki sebuah kesamaan fungsi. Fungsi tersebut yaitu untuk mengarahkan arus lalu lintas di jalanan serta membatasi daerah kepentingan lalu lintas.

A. JENIS-JENIS MARKA JALAN

Jenis-Jenis Marka Jalan

wallpaperscraft.com

Marka jalan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 tahun 2014 ini dapat digolongkan menjadi beberapa jenis dalam artian luas yang di setiap jenisnya terbagi lagi menjadi beberapa sub bagian. Berikut pembahasan singkatnya.

MARKA GARIS MEMBUJUR

Marka Garis Membujur

arp34raras.blogspot.com

Marka garis membujur berarti lurus sejajar dengan arah jalanan. Marka jalan membujur ini kemudian terhubung dengan marka melintang yang berfungsi untuk membatasi daerah parkir yang berada pada sisi jalanan.

Marka jalan membujur ini terbagi lagi menjadi beberapa sub bagian. Sub bagian tersebut antara lain ialah marka putus-putus yang terdiri dari garis putus-putus, marka utuh yang terbentuk dari garis lurus sempurna, marka putus-putus menjelang utuh, serta marka garis ganda yang terdiri dari 2 buah garis, baik campuran antara putus-putus dengan utuh, maupun 2 buah garis yang sama-sama utuh.

1. Marka Garis Membujur Putus-Putus

Marka Garis Membujur Putus-Putus

www.picswalls.com

Sesuai dengan namanya, marka garis membujur putus-putus terdiri dari sebuah garis lurus membujur yang terputus-putus. Marka garis membujur putus-putus ini berada di tengah jalan mengikuti arah jalanan dan berwarna putih atau kuning.

Sedangkan untuk fungsinya sendiri, selain berfungsi sebagai sarana untuk mengarahkan arus lalu lintas, marka ini jenis ini juga berfungsi untuk memperingatkan bahwa akan ada marka utuh di depan.

Pengemudi kendaraan, baik roda dua maupun empat diperbolehkan untuk melintas di atas marka garis membujur putus-putus ini. Contohnya ketika pengemudi ingin mengambil jalur kanan untuk mendahului kendaraan yang ada di depannya.

2. Marka Garis Membujur Utuh (Tidak Terputus-Putus)

Marka Garis Membujur Utuh (Tidak Terputus-Putus)

Marka garis membujur utuh atau disebut juga sebagai marka utuh ini terbentuk berdasarkan sebuah garis lurus membujur yang utuh atau tidak terputus-putus. Terletak di tengah atau di sisi jalan sebagai pembatas. Warnanya pun bisa berupa kuning atau putih.

Marka garis membujur utuh ini juga berfungsi sebagai pengarah arus lalu lintas di jalan raya. Namun tak seperti marka putus-putus, marka garis membujur utuh ini tidak boleh dilintasi, termasuk untuk mendahului.

Hal tersebut dikarenakan marka jalan ini biasanya terletak pada daerah-daerah yang dirasa berbahaya atau rawan terjadi kecelakaan. Misalnya seperti di jembatan, tanjakan, turunan, tikungan, bahu jalan, dan lain sebagainya.

3. Marka Putus-Putus Menjelang Utuh

Marka Putus-Putus Menjelang Utuh

Marka putus-putus menjelang utuh sebenarnya adalah pertemuan ujung kedua jenis marka di atas, yakni marka garis membujur putus-putus serta marka garis membujur utuh (tidak terputus).

Selama masih berada di wilayah marka garis membujur putus-putus, maka pengemudi masih diperkenankan untuk melintasinya atau mendahului kendaraan yang berada di depannya jika kondisi memungkinkan.

Namun, bila sudah memasuki wilayah marka garis membujur utuh atau tidak terputus, maka seluruh pengemudi kendaraan dilarang untuk melintasi marka garis ini atau mendahului kendaraan yang ada di depannya.

4. Marka Garis Ganda : Putus-Putus dan Utuh

Marka Garis Ganda Putus-Putus dan Utuh

Marka garis ganda putus-putus dan utuh adalah marka jalan yang terdiri dari garis putus-putus dan garis utuh yang bersampingan. Dalam kata lain, dalam sebuah jalanan terdiri atas dua buah marka garis, yakni garis putus-putus dan garis utuh.

Dibuat menjadi dua buah garis karena kedua sisi jalan membutuhkan pengaturan marka jalan yang berbeda. Marka yang wajib ditaati adalah marka yang paling dekat dengan posisi pengguna jalan.

Pengemudi yang berada pada sisi marka garis putus-putus diperbolehkan untuk melintasi marka jalan tersebut. Sedangkan pengemudi yang berada pada sisi marka garis utuh tidak diperbolehkan untuk melintasi marka jalan tersebut.

5. Marka Garis Ganda : Dua Garis Utuh

Marka Garis Ganda Dua Garis Utuh

Marka garis ganda jenis ini hampir serupa dengan marka garis ganda utuh dan putus-putus karena terdiri dari dua buah. Hanya saja marka jenis ini hanya terdiri dari garis membujur yang utuh dan tidak terputus.

Fungsi dari marka garis ganda dengan dua garis utuh ini hampir serupa dengan marka garis membujur utuh. Pengemudi dilarang melintasi marka jalan jenis ini, baik pengemudi yang berada di sisi kanan jalan maupun pengemudi yang berada di sisi sebelah kiri jalan.

MARKA GARIS MELINTANG

Marka Garis Melintang

Jika marka membujur adalah marka yang dibuat sejajar dengan sumbu jalan raya, maka marka melintang kebalikannya. Marka garis melintang adalah marka yang dibuat tegak lurus dengan sumbu jalan raya.

Gunanya sebagai garis tanda peringatan berhenti atau menurunkan kecepatan kendaraan untuk beberapa waktu. Selain itu, marka garis melintang ini juga berguna untuk menguatkan fungsi dari lampu lalu lintas atau rambu lalu lintas yang ada di sekitarnya.

Marka jalan melintang  ini sering kali dapat kita temukan pada persimpangan jalan 2 arah, marka melintang pada persimpangan jalan searah dengan 2 jalur, marka melintang pada persimpangan jalan searah dengan 3 jalur, marka melintang pada zebra cross, dan beberapa tempat lainnya.

Marka jalan melintang dapat dikelompokkan menjadi dua jenis marka melintang berdasarkan keutuhan garisnya. Kedua jenis marka jalan melintang tersebut antara lain yakni marka garis melintang utuh (tidak terputus) dan marka garis melintang putus-putus.

(Visited 38 times, 1 visits today)

 

No Comments

Add your comment

error: Content is protected !!