Jembatan II Barat, No: 5
+628119234562
info@topogroup.co.id

Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor

Topo Group adalah Kontraktor dan Jasa Cat Marka Jalan Bandara, Jasa Epoxy Lantai, Jasa Floor Hardener, Jasa Pengecatan Lapangan, Jasa Kontruksi Baja Murah Terbaik Dan Berkuallitas

Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor

Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor bisa disebut Magnetic Contactor karena prinsip kerja dari kontaktor tersebut menggunakan medan magnet yang timbul oleh arus listrik yang didalam kontaktor tersebut ada sebuah kumparan untuk menjadi magnet karena dialiri oleh arus listrik.

Kontraktor menimbul kan magnet yang bisa disebut Coil yang menarik kontak – kontak NO (Normaly Open) menjadi NC (Normaly Close) bahasa indonesia menutup. Sejarah Kontaktor Kontaktor ini muncul saat sebuah perusahaan OEM HVACR atau bisa disebut dengan Original Equipment Manufacturer Heating Ventilation Air Conditioning and Refrigeration pada tahun 1950-an ,nah perusahaan ini memanggil beberapa perusahaan dalam bidang listrik yang ahli, untuk membuat sebuah kontaktor yang murah dan ramah lingkungan, mungkin sobat masih banyak yang belum tau tentang sejarah kontaktor. Kontaktor ini diperuntukan untuk benua Amerika Utara sudah berstandart NEMA, perusahaan HVACR ini mentargetkan pasar asia juga yang berstandart ICE dan akhirnya sampai sekarang ini, bisa sobat nikmati sebuah kontaktor untuk mengendalikan motor atau lampu.

Prinsip Kerja Kontaktor Prinsip kerja Kontaktor adalah ada sebuah arus dan tegangan 220VAC maupun DC sesuai dengan karakter coil yang sobat beli, kemudian arus tersebut menggerakan sebuah Coil didalam kontaktor, Coil tersebut akan bekerja ketika ada arus yang masuk dan membuat sebuah magnet sementara untuk menarik kontak (L1,L2,L3 dan kontak bantu) dari kontaktor yang semulanya NO (Normaly Open) menjadi NC (Normaly Close), untuk membuka (opening) kontakor memerlukan waktu 4 – 19ms dan untuk menutup (close) 12-22ms, sangat cepat sekali sobat. Semakin besar kontaktor maka bunyi yang ditimbulkan kontaktor akan semakin keras sobat jadi jangan kaget. Ketika Arus yang mengisi Coil tersebut lepas, maka magnet yang ditimbulkan oleh coil akan hilang dan tidak menarik kontak dari kontaktor dan menjadi semula. Jenis Kontaktor Sobat kontaktor itu sama semua dan prinsip kerjanya juga sama, tapi yang membedakan itu adalah sebuah tipenya tau karakter dari kontaktor tersebut sesuai kebutuhan. Mulai dari Pole Kontaktor, Kapasitas Ampere (Rate Operational Current), Tegangan Coil (Coil Voltage). Pole Kontakor dibedakan menjadi 2: 4 Pole / Kutub 3 Pole / kutub Kapasitas Ampere: Kontaktor 6 A Kontaktor 9 A Kontaktor 12 A Kontaktor 16 A Kontaktor 18 A Kontaktor 20 A Kontaktor 25 A Kontaktor 32 A Kontaktor 38 A Kontaktor 40 A Kontaktor 50 A Kontaktor 60 A Kontaktor 65 A Kontaktor 80 A Kontaktor 95 A Kontaktor 115 A Kontaktor 125 A Kontaktor 150 A Kontaktor 200 A Tegangan Coil: 380 VAC 220 VAC 110 VAC 24 VAC 24 VDC Bagian-Bagian Kontakor Kontaktor memiliki sebuah bagian yang harus dipahami dan fungsinya, karena ini berkaitan dengan listrik yang tidak kasat mata dan dapat membahayakan diri sendiri maupun mesin yang digerakan oleh kontaktor, berikut bagian yang harus diketahui: Coil Kontak Utama (RST) Kontak Bantu NO / NC Sangat sederhana sekalikan bagian – bagian dari Kontaktor karena ya cuman itu saja yang penting dari kontaktor. Fungsi Kontaktor Kontaktor berfungsi untuk menggerakan sebuah motor 3 phase pada sebuah pabrik atau industri yang memiliki ampere yang tinggi, dengan kontaktor ini motor tersebut bisa jalan start atau stop sebab kontaktor memiliki kontrol yang bisanya bisa disebut DOL (Direct On Line) dan Star Delta yang sering dipakai pada dunia indrustri saat ini. Wiring dan Sysmbol Kontaktor Coil yang bergambar kontak yang memiliki pin A1 dan A2 Kontak Utama (RST) terdapat yang pinya itu L1 L2 L3 Keluaran Kontak Utama (UVW) yang pinya T1 T2 T3 Kontak Bantu NO (Normaly Open) Pin 13 14 Kontak Bantu NC (Normaly Close) Pin 21 14 Cara Memilih Kontaktor Sering sekali banyak orang yang tidak tahu dan asal membeli kontaktor yang berdampak nanti salah sepesifikasi, dari sini akan saya berikan apa saja yang perlu diperhatikan untuk membeli kontaktor: Coilnya menggunakan tegangan berapa ? 220VAC, 110VAC atau 24VDC Liat ampere pada nameplate motor dan lebihkan ampere untuk memilih kontaktornya Apa saja kebutuhkan kontak bantunya untuk mengontrol atau memberikan lampu.

(Visited 121 times, 1 visits today)

 

No Comments

Add your comment

error: Content is protected !!